[Review] Game Zio and The Magic Scroll di LDPlayer – Sihir yang Kurang Menyihir

2022-01-13 Kirimkan Konten Bersponsor

Sobat LDPlayer, kami berharap lebih banyak kemunculan game mobile baru yang seru dan fenomenal di awal tahun 2022, meskipun ada beberapa game di tahun lalu yang masih seru untuk dimainkan sampai hari ini.

 

Di saat yang sama, awal tahun 2022 juga bisa jadi momentum perilisan game baru, di mana itu digunakan oleh Zio and The Magic Scrolls—sebuah game idle RPG bertemakan dunia sihir garapan Super Planet, yang sekaligus bekerja sama dengan publiser komik asal Korea Selatan, Webtoon.

 

Memang apa istimewanya merilis game di awal tahun 2022? Jelas ada. Jika kita melihat ke belakang, awal tahun itu bisa menjadi momentum aluas peluang untuk mencuri start; biasanya banyak gamer yang sudah menantikan kehadiran beberapa judul game baru. Karena itu developer wajib memiliki mata elang ketika menentukan tanggal rilis.

 

Terlebih di momen yang hampir bersamaan, perilisan Zio and The Magic Scrolls juga berdampingan dengan sihir euforia perayaan ulang tahun film Harry Potter yang ke-20. Ibaratnya, dua dunia sihir bertemu di persimpangan jalan.

 

Lalu pertanyaannya, bagaimana impresi Zio and The Magic Scrolls itu sendiri? apakah game-nya pantas mendapatkan resepsi yang positif? apakah sihir Zio and The Magic Scrolls begitu kuat hingga mampu menyihir para pemainnya (termasuk kami)? Silahkan baca terus artikel ulasan di bawah ini, ya.

 

Cerita Zio and The Magic Scrolls Sejauh Ini …

 

ulasan review zio and the magic scrolls

 

Zio and The Magic Scrolls membawa kita melihat dunia yang dihuni oleh para penyihir. Aerok sendiri adalah tanah kramat sebagai setting lokasi di game ini. Dunia di game ini dibagi menjadi dua kategori wilayah; wilayah Aerok dianggap sebagai tanahnya para penyihir besar, sedangkan wilayah kecil di sekitarnya dihuni oleh para Warlock hidup.

 

Di sinilah sejarah konflik bermula; kecemburuan, berakhir dengan pembalasan dendam. Kisah dibuka dengan narasi dari pria misterius yang menyebutkan bahwa telah terjadi peperangan antara Penyihir dan Warlock sejak waktu yang lama. Penyihir sendiri adalah kubu yang selalu keluar menjadi pemenang selama peperangan. Sedangkan kubu Warlock yang lelah atas pahitnya kekalahan, menyusun strategi perang, hingga kelompok Warlock boleh merasa puas begitu meraih kemenangan perang setelah sekian lama.

 

Di akhir kisah sejarah perang dua kubu besar ini, ternyata baru menjadi batu pijakan awal kisah Zio—anak muda cerdas ini memiliki keahlian menciptakan gulungan sihir, dan tak namanya pun dikenal banyak pihak. Dengan keahlian Zio, kamu bakal bertualang melawan ragam musuh; mulai dari zombie, monster, dan yang serupa dengan mereka.

 

Cerita Berbasis Webtoon yang Cukup Menjual, Tapi …

 

Kami menyukai ide dari premis cerita Zio and The Magic Scrolls, meskipun kualitasnya terkesan generik. Konflik cerita antar penyihir, kami akui bisa menjadi konsep storytelling yang menarik. Semuanya tentang dendam dan rencana jahat.

 

Namun, di sisi lain kami pikir cerita Zio and The Magic Scrolls terasa tidak maksimal akibat keterbatasan medium berceritanya. Padahal bab cerita Zio and The Magic Scrolls terbilang panjang, lo! Keterbatasan tersebut kemungkinan karena terjadinya tabrakan antara konsep gameplay yang diusung, dengan konsep cerita itu sendiri.

 

Dengan kata lain, cerita Zio dan kawan-kawannya seolah jadi kekurangan ruang untuk bergerak dan tenggelam. Padahal, gaya narasi game ini terbilang bagus juga. Hemat kami, seharusnya elemen narasi dan gameplay bisa seimbang. Ternyata, menurut beberapa developer hal ini memang menjadi salah satu pekerjaan yang sulit.

 

Selama dua jam memainkan Zio and The Magic Scrolls, kami terbilang tidak memiliki masalah sebetulnya. Kami menyukai visual animasi game-nya yang lekat dengan konsep Webtoon. Kami sempat mencari komik Zio di internet dan penasaran dengan lore cerita versi bukunya. Kemudian jajaran VO karakternya juga kental dengan nuansa anime papan atas. Terlebih, kami mengapresiasi terjemahan teks ke Bahasa Indonesia di elemen percakapan. Tentu saja hal ini membuat game ini lebih reader-friendly.

 

Sistem Gameplay Khas Idle RPG

 

ulasan review zio and the magic scrolls terbaru 2022

 

Berbicara soal sistem gameplay, mekanik permainan Zio and The Magic Scrolls terbilang sangat sederhana. Alasannya karena khas Idle RPG pada umumnya. Contohnya, kamu tidak menggerakkan karakter secara penuh. Mereka menyerang musuh secara otomatis. Kamu baru bisa mengeluarkan jurus sihir setelah mana bar penuh. Sesederhana itu, sobat LDPlayer.

 

ulasan review main zio and the magic scrolls di emulator ldplayer

 

Kedua, Zio and The Magic Scrolls termasuk game RPG. Karena itu, harus melibatkan unsur elemen. Di game ini sendiri hanya ada 3 elemen saja yang bisa dengan mudah kamu pahami. Masing-masing elemen memiliki kelebihan dan kelemahan atas yang lainnya, seperti pada contoh gambar di atas. Tetapi kami menyayangkan, tidak ada tutorial yang memberikan info eksplisit mengenai nama-nama elemen ini (kecuali kamu super jeli).

 

F2P, Namun Cenderung Pay-to-Win

 

Mikrotransaksi di game RPG mobile adalah hal yang lumrah. Namun, sistem IAP di Zio and The Magic Scrolls cukup menarik perhatian kami. Pasalnya, game ini memang F2P namun unsur pay-to-win lebih kuat. Jadi, ada kami merasa game Idle RPG satu ini tidak sepenuhnya mendukung F2P. Melainkan hanya menginginkan keuntungan melalui fitur IAP-nya. Contohnya adalah untuk mendapatkan hero tier Legendary saja kamu perlu merogoh uang yang terbilang tidak sedikit. Di saat yang sama, hampir tidak mungkin mendapatkan tier itu hanya mengandalkan tiket summon dari misi Story.

 

download dan mainkan review zio and the magic scrolls di pc dengan ldplayer

 

Kemudian, kamu hanya mendapat sepuluh tiket gratis untuk masuk dungeon saja, di mana menurut kami jumlah itu terbilang kecil. Setidaknya, mengapa tidak memberikan tiket summon secara gratis saja, namun untuk mendapatkan tier hero dan material penting lain bisa diperkecil drop rate-nya.

 

download dan mainkan review zio and the magic scrolls di laptop dengan ldplayer

 

Tapi terlepas dari kekurangan tersebut, kami tetap mengapresiasi sistem reward rutin yang diberikan setiap hari. Setidaknya hal tersebut bisa menjadi nilai tambah bagi pemain F2P. Contohnya, reward menjalankan tutorial akan memberi kamu emas serta EXP yang cukup melimpah. Kamu cukup menyelesaikan tutorial saja, lalu klaim hadiahnya.

 

Beberapa Kali Mengalami Isu Teknis

 

Zio and The Magic Scrolls nampaknya masih memerlukan perbaikan dari segi teknis. Kami tak ingin membahas ini lebih jauh, tetapi berharap isu teknis ini tak berkembang menjadi masalah serius. Karena Zio and The Magic Scrolls adalah game Idle RPG, anehnya kami malah beberapa kali terlempar keluar dari game alias crash saat sedang idle. 

 

Kami rasa hal ini dapat mengganggu pengalaman bermain gamer, jika tidak segera ditangani dengan baik oleh Super Planet. Pengalaman kami pun ternyata dialami oleh banyak gamer di luar sana juga, dan tak satu-dua orang yang melaporkan masalah crash ini melalui kolom review Zio and The Magic Scrolls.

 

Semua Poin di Atas Bermuara Pada …

 

Ketelah menambah durasi permainan, Zio and The Magic Scrolls tetap terasa belum maksimal. Untungnya, setiap cutscene pendek dan dialog Zio dan kawan-kawannya masih bisa menghibur dan membuat kami lupa dengan kekurangan game ini. Jika menyinggung soal budget, kami rasa mengembangkan model game sepert Zio terbilang ketat dan karena itu sering menghasilkan game Idle RPG yang “nanggung”. Jadi, tidak mengherankan juga iklan mikrotransaksi di Zio and The Magic Scrolls terbilang cukup sering muncul, sobat LDPlayer.

 

Kesimpulan

 

Zio and The Magic Scrolls memberikan kami impresi yang campur aduk. Game ini kami anggap memiliki kekuatan sihir yang tidak kuat, tidak seperti narasinya. Kalaupun ada hal yang kami apresiasi, maka hal positif itu adalah elemen dialog antar karakter dan konflik cerita di tanah Aerok sebagai titik berat ceritanya. Selebihnya, Zio and The Magic Scrolls masih memiliki ruang untuk perbaikan (agak aneh, namun perbaikan ini masih mungkin dilakukan).

 

Zio and The Magic Scrolls mungkin takkan cocok dimainkan oleh kamu yang cenderung menyukai game mobile bergenre hack-and-slash, JRPG atau RPG biasa. Ketiga genre yang kami sebutkan memiliki lebih banyak ruang kebebasan dalam bermain, yang jelas tak bisa kamu dapat di game ini.

 

Kekurangan dari game Idle RPG adalah ada kalanya kami sendiri tidak aware dengan stat dan equip karakter karena mekanik permainan didesain sangat sederhana namun padat, dan serba terasa cepat. Perlu super jeli untuk menilik satu-per-satu hal apa saja yang ada di Zio and The Magic Scrolls.

 

Belum lagi, kehadiran fitur otomatisasi ibarat pedang bermata dua. Sisi buruknya adalah membuat detil-detil pada game bisa terlupakan begitu saja. Isu ini yang kami perhatikan menjadi kelemahan di Zio and The Magic Scrolls.

 

Zio and The Magic Scrolls kini sudah bisa kamu unduh melalui emulator Android LDPlayer, sekarang juga!

Mengunduh ZIO and the Magic Scrolls Di PC

FAQ baru