Apex Legends Mobile—Impresi Awal Close Beta Test: Berpotensi Sukses!

2021-07-30 Kirimkan Konten Bersponsor

Apex Legends Mobile—Impresi Awal Close Beta Test: Berpotensi Sukses!

 

Electronic Arts (EA) dan Respawn Entertainment akhirnya resmi membuka closed beta test untuk Apex Legends Mobile di tiga negara Asia Tenggara; Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Bagi kamu yang ingin melakukan pra-registrasi, bisa mengaksesnya melalui laman berikut.

 

Apex Legends sendiri merupakan gim mmo populer free to play hasil racikan Respawn Entertainment yang juga dikenal melahirkan seri terkenal seperti Titanfall untuk konsol dan PC.

 

Setelah satu tahun Apex Legends mendulang popularitas yang besar di konsol dan PC, muncul rumor akan kehadiran Apex Legends versi mobile. Hal ini semakin diperkuat oleh pernyataan Andrew Wilson selaku CEO EA terkait perilisan versi mobile-nya di tahun 2020 silam.

 

Kemudian, setelah melewati penantian yang membingunkan para fans, akhirnya EA dan Respawn Entertainment baru resmi merilis closed beta testing (CBT) untuk Apex Legends Mobile dan sekarang sedang menyambangi Indonesia.

 

Lalu, bagaimana impresi perdana dari masa beta Apex Legends Mobile? apakah gim battle royale populer ini berpotensi sukses seperti pendahulunya? Baca terus artikel ini sampai selesai, ya.

 

Banyak Ruang untuk Peningkatan

 

Apex Legends Mobile—Impresi Awal Close Beta Test: Berpotensi Sukses!

 

Kalau dipikir-pikir, momentum kehadiran Apex Legends Mobile mungkin masih bisa menjulang kesuksesan seperti versi konsolnya, terlepas dari kehadiran raja battle royale lain seperti PUBG. Maka dari itu, Respawn Entertainiment memiliki banyak ruang untuk peningkatan game ini.

 

Menjawab pertanyaan di atas, faktanya tidak ada perbedaan signifikan antara Apex Legends versi konsol dan versi mobile-nya (CBT) dari segi mekanik gameplay. Paling hadirnya fitur mikrotransaksi, model chat yang tak ada di konsol dan PC, juga sistem loot yang lebih baik dan cepat.

 

Selebihnya, berdasarkan impresi awal, game masih berfokus pada elemen squad-oriented yang merupakan jantung dari permainan ini. Bermain secara skuad berarti kamu tidak bisa sekedar asal sembarang menembak musuh dan harus berkoordinasi satu sama lain dengan baik.

 

Maka dari itu mempelajari peta, item, dan stat senjata adalah strategi yang penting. Sebagai bagian dari tim, kamu berarti harus pandai mengatur alokasi kekuatan yang terdiri dari skill dan equip karaktermu juga timmu.

 

Hadirnya Mode Aim-Assist

Apex Legends Mobile—Impresi Awal Close Beta Test: Berpotensi Sukses!

 

Respawn Entertainment nampaknya paham kalau ada sebagian pemain yang belum memiliki skill menembak sebaik yang lain, guys. Kalau itu termasuk kamu, berharap saja mode aim-assist ini tetap developer pertahankan sampai di versi finalnya nanti.

 

Dengan hadirnya mode ini, kemampuan menembak pemain newbie akan lebih cepat meningkat. Itu artinya Apex Legends Mobile berpotensi menggaet para pemain baru battle royale. Meskipun ini bukan hal baru, namun Respawn Entertainment dipastikan sedang berkompetisi untuk mencuri minat para mobile gamer di genre yang sama.

 

Grafis Belum Sebaik Konsol dan PC

Apex Legends Mobile—Impresi Awal Close Beta Test: Berpotensi Sukses!

 

CEO Konami pernah mengisyaratkan bahwa mobile gaming adalah proyek dan market industri game masa depan. Beliau tidak salah, jika mengatakan seperti itu. Salah satu cirinya adalah kecanggihan dan lompatan grafis gim yang super cepat.

 

Tapi, jangan harap grafis Apex Legends Mobile memiliki lompatan yang berhasil menyamai versi konsol atau PC-nya, guys. Meski demikian, grafis versi mobile-nya boleh dibilang tetap terlihat memuaskan. Di bagian setting-pun terdapat pilihan grafis hingga Ultra-HD juga, lho!

 

Berbicara soal grafis berarti berbicara soal spesifikasi. Berhubung tidak semua gadget memiliki kompatibilitas, maka spesifikasi minimum yang kamu perlukan adalah.

 

  • Prosesor minimal Qualcomm 660, Kirin 710, MediaTek P60, dan Samsung 7885 atau lebih tinggi lagi.
  • Kapasitas RAM minimal sebesar 4 GB dengan minimal resolusi layar gadget HD (direkomendasikan lebih tinggi).
  • Minimal versi Android 6.0 atau Marshmellow.

 

Impresi Secara Umum

 

Kalau kamu termasuk fans gim battle royale di platform manapun, mungkin Apex Legends Mobile akan menyajikan pengalaman yang kurang lebih sama. Meski demikian, Respawn Entertainment tetap memiliki sejumlah PR yang harus diselesaikan.

 

Itu artinya, apakah Apex Legends Mobile sukses memberikan impresi positif di masa closed beta test masih bisa diperdebatkan. Tetapi, hal yang tak dimiliki oleh gim battle royale lain seperti COD dan PUBG adalah para hero di gim ini memiliki kekuatan super yang keren dan unik.

 

Para karakter dengan kemampuan gila ala superhero membuat sirkulasi permainan jadi lebih cepat dan seru, karena selain mengandalkan kemampuan menembak, kamu dan tim juga harus cerdas mengkombinasikan skill tiap karakter di situasi dan kondisi yang tepat.

 

Dengan begitu, apakah Apex Legends Mobile serta merta berpotensi sukses? Mungkin saja, guys. Respawn Entertainment nampaknya optimis membuat versi mobile-nya sesukses versi konsolnya.

Apex Legends Mobile—Impresi Awal Close Beta Test: Berpotensi Sukses!

 

Lagipula, menurut sejumlah survey, market mobile gaming di Indonesia juga terbilang bagus dan terus meningkat. Jadi, game mmo populer ini masih memiliki alasan dan kesempatan untuk sukses di pasar Indonesia khususnya.

 

Bermain Apex Legends Mobile di LDPlayer untuk Pengalaman yang Lebih Seru!

 

Kita masuk sedikit ke dalam pembahasan soal kontrol permainan. Kontrol game ini dipastikan akan membuatmu mengandalkan beberapa jari tambahan jika tidak menggunakan aksesoris kontrol khusus gaming.

 

Tetapi bukan berarti kamu wajib memiliki aksesoris tersebut. Sejauh ini, sistem kontrolnya sudah baik dan didesain optimal.

Namun, pasti akan terjadi perbedaan yang besar saat memainkan Apex Legends Mobile di LDPlayer. Dengan emulator LDPlayer, selain mengatur resolusi kamu juga bisa mengatur performa game tersebut, lho! Ini bisa disesuaikan dengan spesifikasi laptop atau PC milikmu.

 

Emulator LDPlayer juga dapat mengakses jutaan gim lainnya yang tersedia di platform Android, guys! Keren, bukan?

 

Selain itu juga, karena Apex Legends Mobile mengandalkan kecepatan respon menembak, maka menggunakan periferal keyboard dan mouse adalah hal yang perlu. Untungnya LDPlayer kompatibel dengan keyboard dan mouse. Pengalaman gaming kamu tentu akan lebih fantastis.

 

Kesimpulan

Berhubung Apex Legends Mobile masih dalam tahap closed beta test, maka satu-satunya hal yang kamu dapat ekspektasi adalah kesempurnaan performa game ini dan beragam konten menarik lainnya saat dirilis nanti.

 

Dari segi presentasinya di CBT, game ini memiliki potensi kesuksesannya sendiri meski momentum kehadirannya terlambat beberapa tahun setelah pasar battle royale sudah lebih dulu dikuasai oleh judul-judul seperti PUBG, Fortnite, dan COD: Mobile.

 

Tetapi, Respawn Entertainment tentu tidak akan tinggal diam. Bisa saja versi final Apex Legends Mobile akan tampil sempurna. Lalu konten Titanfall mungkin akan dileburkan jadi satu ke dalam game ini di kemudian hari supaya memiliki daya tarik yang lebih tinggi.

 

Mengulangi informasi di atas, kamu yang berminat untuk melakukan pre-registrasi bisa mengakses laman berikut.Namun perlu dicatat bahwa tidak semua player memiliki kesempatan mencicipi akses beta ini karena beragam faktor, salah satunya masalah spesifikasi gadget.

 

Sampai sekarang, Respawn Entertainment selaku pengembang game ini masih berfokus pada masa beta Apex Legends Mobile tanpa memberikan pengumuman jadwal rilis yang pasti.

Mengunduh Apex Legends Mobile Di PC

FAQ baru